Mon. Nov 28th, 2022

Workshop Perencanan Berbasis Data dilakukan sebagai tindak lanjut SMKS Roudlotun Nasyi’in sebagai sekolah PK lanjutan yang tahun kedua sudah menjalankan kurikulum merdeka. Di hadiri oleh Kepala Sekolah H. Nasirudin M.Pd besera pemateri yang luar biasa yakni Dr. Al Badrotus Tsania,M.Pd.   Perencaan Berbasis Data ini adalah nama baru Sistem Penjaminan Muru Indonesia (SPMI). Dr. Al Badrotus Tsania,M.Pd dalam pembuka beliau mengatakan bahwa “Rapot sekolah adalah cerminan diri sendiri, seperti layaknya kita bercermin di kaca jika ada yang kurang dalam penampilan maka kita bisa lihat dan diperbaiki lagi.”  

Dr. Albadrotus Tsaniyah, M.Pd, Widyasuara Surabaya

Perencanaan berbasis data adalah sebuah perubahan kebiasaan untuk mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan menyusun kegiatan peningkatan capaian pembelajaran berdasarkan fakta. Perencanaan berbasis data adalah proses yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam siklus perencanaan satuan pendidikan. Perencanaan berbasis data ini di wujudkan untuk visi pendidikan Indonesia, sehingga dikeluarkan kebijakan merdeka belajar bagi tercapainya pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Siklus peningkatan mutu Pendidikan melalui kebijakan merdeka belajar dan evaluasi sistem pendidikan melalui siklus yang pertama yakni instrumen evaluasi sistem pendidikan, berlanjut pada profil dan rapor pendidikan, rencana peninngkatan mutu, lalu aksi(pelaksanaan) dan monitoring. 

Siklus peningkatan mutu pendidikan

Profil pendidikan adalah laporan komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan rapor pendidikan.  Rapor pendidikan merupakan indikator terpilih dari profil pendidikan untuk merefleksikan prioritas Kemendikbudristek yang digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan

Langkah awal dalam perencanaan berbasis data tentunya mengidentifikasi permasalahan berdasarkan indikator yang ditampilkan di dalam Rapor pendidikan, kemudian melakukan refleksi yakni capaian pemerataan dan proses pembelajaran di satuan pendidikan untuk menemukan akar permasalahan, dan akhirnya melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan BOS dan BOP dan daerah (APBD)untuk menyelesaikan akar masalah.  Di harapkan dalam perencanaan berbasis data ini adalah sekolah dapat menemukan, merencanakan dan mengatasi permasalahan yang membuat rapor pendidikan berwarna merah sehingga kedepannya akan terus dilakukan perbaikan.(Ainun/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
×

Hello!

Apabila ada pertanyaan silahkan WhatsApp atau kirim email ke smkronas@gmail.com

× Hubungi Kami